Call us what we are, toxic from the start
Panggil kami apa adanya, beracun sejak awal
Can't pretend that I was in the dark
Tidak bisa berpura-pura bahwa aku dalam kegelapan
When you met my friends, didn't even try with them
Saat kamu bertemu teman-temanku, bahkan tidak mencoba dengan mereka
I should've known it then that you were
Seharusnya aku tahu saat itu bahwa kamu
Kamu membuatku ikut terlibat
Back then, when I was running out of your place
Dulu, saat aku berlari keluar dari tempatmu
I said, "I never wanna see your face"
Aku berkata, "Aku tidak pernah ingin melihat wajahmu"
I meant I couldn't wait to see it again
Maksudku aku tidak sabar untuk melihatnya lagi
We were toxic till the end
Kita beracun sampai akhir
Uh-huh, 'cause even when I said it was over
Uh-huh, karena bahkan saat aku bilang sudah selesai
You heard, "Baby, can you pull me in closer?"
Kamu mendengar, "Sayang, bisakah kau tarik aku lebih dekat?"
You were plotting how to stay in my head
Kamu merencanakan bagaimana tetap di kepalaku
We were toxic till the end
Kita beracun sampai akhir
Aku mempersembahkan, mantan
His favorite game is chess, who would ever guess?
Permainan favoritnya adalah catur, siapa yang akan menyangka?
Playing with the pieces in my chest
Bermain dengan bidak di dadaku
Now he's on the screen, saying, "Don't leave"
Sekarang dia di layar, berkata, "Jangan pergi"
You stole that line from me 'cause you're just
Kamu mencuri kalimat itu dariku karena kamu memang
Kamu membuatku ikut terlibat
Back then, when I was running out of your place
Dulu, saat aku berlari keluar dari tempatmu
I said, "I never wanna see your face"
Aku berkata, "Aku tidak pernah ingin melihat wajahmu"
I meant I couldn't wait to see it again
Maksudku aku tidak sabar untuk melihatnya lagi
We were toxic till the end
Kita beracun sampai akhir
Uh-huh, 'cause even when I said it was over
Uh-huh, karena bahkan saat aku bilang sudah selesai
You heard, "Baby, can you pull me in closer?"
Kamu mendengar, "Sayang, bisakah kau tarik aku lebih dekat?"
You were plotting how to stay in my head
Kamu merencanakan bagaimana tetap di kepalaku
We were toxic till the end
Kita beracun sampai akhir
I can forgive you for a lot of things
Aku bisa memaafkanmu untuk banyak hal
For not giving me back my Tiffany rings
Karena tidak mengembalikan cincin Tiffany-ku
I'll never forgive you for one thing, my dear
Aku tidak akan pernah memaafkanmu untuk satu hal, sayangku
You wasted my prettiest years
Kamu menyia-nyiakan tahun-tahun terindahku
Back then, when I was running out of your place
Dulu, saat aku berlari keluar dari tempatmu
I said, "I never wanna see your face"
Aku berkata, "Aku tidak pernah ingin melihat wajahmu"
I meant I couldn't wait to see it again
Maksudku aku tidak sabar untuk melihatnya lagi
Uh-huh, 'cause even when I said it was over
Uh-huh, karena bahkan saat aku bilang sudah selesai
You heard, "Baby, can you pull me in closer?"
Kamu mendengar, "Sayang, bisakah kau tarik aku lebih dekat?"
You were plotting how to stay in my head
Kamu merencanakan bagaimana tetap di kepalaku
We were toxic till the end
Kita beracun sampai akhir
We were toxic till the end
Kita beracun sampai akhir